
Sekitar 350 peserta dan narasumber dari berbagai pelosok tanah air akan mengikuti acara untuk berbagi pemikiran, perspektif, pengalaman, dan pembelajaran. Para peserta akan terlibat dalam diskusi yang berfokus pada kebutuhan akan kapasitas dari masyarakat sipil di Indonesia dan keberlanjutan mereka di tingkat nasional dan di daerah. Karena COVID-19, ICSF 2022 akan diselenggarakan secara online. Formatdari acara ini adalah mengkombinasikan sambutan utama, diskusi panel yang difasilitasi oleh moderator, dan diskusi kelompok. Penyelenggaraan ICSF 2022 akan dipastikan bersifat interaktif, kolaboratif, dan partisipatif dengan mempertimbangkan penggunaan desain dan teknologi.
ICSF kali ini dibagi kegiatannnya selama dua hari. Pada hari pertama, tanggal 30 Maret, forum akan menitikberatkan pada Peran Masyarakat Sipil untuk Mempromosikan Keberagaman Sosial dan Inklusi. Pada acara tahun lalu, peserta mencatat adanya peningkatan “masyarakat yang tidak beradab” dan tantangan terhadap kebebasan berserikat, berkumpul, dan berekspresi. Para peserta sepakat bahwa Indonesia memerlukan OMS dengan bentuk-bentuk yang baru, dimana OMS ini dipimpin oleh orangorang generasi muda, dan mereka menggunakan jenis saluran komunikasi dan media sosial yang baru, sehingga mencerminkan masyarakat sipil di era tahun 2020-an. Hari pertama akan dibuka dengan sambutan utama oleh Bapak Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Republik Indonesia (sedang dalam konfirmasi) dan oleh Ibu Dwi Rubiyanti Kholifah, Direktur, Asian Muslim Action Network (AMAN). Diskusi panel dan lima diskusi kelompok akan membahas konteks dan isu-isu kunci yang dihadapi oleh gerakan inklusi sosial di Indonesia, apa yang telah dicapai selama ini, isu-isu, dan tantangan serta potensi kolaborasi dalam upaya memerangi eksklusivitas sosial dari perspektif pemerintah dan OMS dan praktik-praktik baik dari masyarakat sipil.
Tema pada hari kedua, tanggal 31 Maret, adalah Demokrasi yang Inklusif dan Masyarakat Sipil. Sejak reformasi demokrasi dan desentralisasi pada tahun 1998, Indonesia telah menikmati demokrasi yang dinamis. OMS di Indonesia telah berkontribusi pada pencapaian utama demokrasi dan mendapatkan manfaatnya, dan demokrasi dan otonomi daerah di Indonesia masih mendapatkan dukungan yang kuat. Namun, selama beberapa tahun terakhir telah terjadi stagnasi dan penurunan demokrasi, dengan penurunan skor di beberapa indeks utama. Hari kedua ini akan membahas apa yang dapat disumbangkan oleh masyarakat sipil dan OMS dalam mengerem kemunduran lebih lanjut atas demokrasi di Indonesia. Pada hari kedua ini, acara akan dimulai dengan sambutan utama oleh Professor Azyumardi Azra. Diskusi panel paripurna dan diskusi kelompok akan menjelaskan topik Demokrasi yang Inklusif dan Masyarakat Sipil ini dengan lebih luas, mencakup tantangan dan peluang di ranah implementasi program di lapangan, perjuangan berkelanjutan untuk melindungi hak asasi manusia bagi kelompok terpinggirkan, ketahanan nilai dan norma demokrasi, dan inovasi dalam pemerintahan yang demokratis, yang menampilkan para penggiat terkemuka dari masyarakat sipil, dan pejabat pemerintah yang berpikiran reformis.
Pada sesi terakhir seblum ICSF ditutup, penyelenggara ICSF akan mengumpulkan semua peserta untuk
menghasilkan rangkuman atas poin-poin utama dari diskusi dan rekomendasi aksi-aksi untuk
ditindaklanjuti paska ICSF.
Dokumen rinci dapat ditemukan di sini:
- ICSF 2022 Conference Report Inggris
- Agenda dalam bahasa Inggris dan Indonesia
- Ringkasan ICSF 2022 dalam bahasa Inggris and Indonesia
- Sesi Singkat untuk Diskusi Panel hari pertama Demokrasi Inklusi dan ruang Sipil di Era Pasca-Reformasi dalam bahasa Inggris dan Indonesia
- Sesi Singkat hari kedua Kapasitas dan Keberlanjutan Masyarakat Sipil di Era Pasca-Reformasi dalam bahasa Inggris dan Indonesia
- Panduan dan ikhtisar terperinci untuk Diskusi Panel dalam bahasa Inggris dan Indonesia
- Panduan dan rundown detail untuk Breakout Session dalam bahasa Inggris and Indonesia.
- Panduan Zoom dalam bahasa Indonesia.
- Panduan Panduan aplikasi whiteboard virtual Padlet dalam bahasa Indonesia.
Sesi Singkat untuk sepuluh Sesi Breakout dalam Bahasa Indonesia