Beranda›Ruang Berita›Berita Terkini›Masyarakat Sipil Manfaatkan Pendekatan Tata Kelola Kolaboratif untuk Meningkatkan Akses Kesehatan bagi Masyarakat Miskin di Sulawesi Selatan
Masyarakat Sipil Manfaatkan Pendekatan Tata Kelola Kolaboratif untuk Meningkatkan Akses Kesehatan bagi Masyarakat Miskin di Sulawesi Selatan
Penyedia layanan kesehatan di Indonesia mengharapkan pasien untuk menyelesaikan persyaratan administrasi yang kompleks sebelum menerima layanan.
Bagi keluarga berpenghasilan rendah, hal ini dapat menyebabkan keterlambatan dan berdampak negatif pada kesehatan dan kesejahteraan mereka. Pada tanggal 8 Agustus 2022, Lembaga filantropi terbesar di Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) cabang Pangkep (Sulawesi Selatan) menandatangani kontrak kerja sama dengan LEKRAC, Mitra Utama USAID MADANI, dan sebuah nota kesepahaman dengan lembaga garis depan, pemerintah desa, organisasi masyarakat sipil (OMS) lokal, dan kelompok-kelompok masyarakat untuk meningkatkan akses ke layanan kesehatan publik bagi rumah tangga yang rentan. OMS mitra MADANI dan perangkat pemerintah desa akan mengidentifikasi warga yang tidak mampu membayar premi bulanan Program Kesehatan Penyelenggara Jaminan Sosial Indonesia (BPJS). Baznas akan menggunakan data ini untuk menentukan kelayakan penerima manfaat untuk program bantuan keuangannya, yang akan mencakup biaya BPJS yang belum dibayar atau terutang. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Pangkep akan menggunakan data ini untuk memperluas cakupan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Indonesia terhadap masyarakat miskin.



